Profile Kami

Masjid yang unggul dalam pelayanan, mandiri dalam pengelolaan, dan berbudaya

Ketua BKM

Badan Kemakmuran Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon :

Masjid Agung  Baiturrahim Lhoksukon Memiliki Naungan Kepengurusan yang resmi dikelola Oleh BKM  Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon yakni :

  1. Bupati Aceh Utara Selaku Pembina BKM
  2. Sekda Aceh Utara Selaku Ketua BKM
  3. Ka.Kemmenag Aceh Utara Selaku Seketaris Umum
  4. Ketua Harian BKM Kadis Syariat Islam Kab. Aceh Utara
  5. Imam Besar Masjid Tgk.Jamaluddin Ismail
  6. Ketua Kewanitaan dan Remaja Putri Dra.Faridah

Visi & Misi

Kami hadir sebagai masjid yang tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga rumah pembinaan yang menumbuhkan umat unggul, komunitas mandiri, dan tradisi berbudaya yang menguatkan persaudaraan.

  • Visi Kami

    Menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat yang unggul dalam kualitas pelayanan, mandiri dalam pengembangan program, serta berbudaya dalam membangun karakter masyarakat, demi terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis dan bermartabat.

  • Misi Kami

    Menyelenggarakan kegiatan ibadah, pendidikan, dan sosial keagamaan yang tertata, profesional, serta relevan dengan kebutuhan jamaah.

Sejarah Masjid Kami

Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon merupakan salah satu masjid yang terletak ditengah kota Lhoksukon  yang juga kecamatan Lhoksukon, asal usul cerita terbangunnya Masjid Baiturrahim Lhoksukon bermula dari  beberapa gagasan  warga  Lhoksukon itu khususnya dan seluruh warga Lhoksukon pada umumnya serta   turut andil Bupati Aceh Utara  pada era akhir tahun 60-an yang didirikan berdasarkan kebutuhan dan keperluan tempat ibadah warga Lhoksukon .

  • 1968 — Gagasan Awal Pendirian Masjid
    Wacana Lokasi Masjid Baiturrahim Lhoksukon berada dilokasi  keramaian yang  dekat dengan pusat pasar dan memiliki jarak dari jalan raya Banda Aceh – Medan berkisar 250  meter. Setelah memiliki lahan pembangunan masjid pada tahun tersebut, para panitia sepakat untuk menindak lanjuti dengan mencari lahan lokasi yang strategis dan dekat Jalanan Raya ( Jalan Negara ), pada akhirnya lokasi ditemukan dengan cara tukar guling dengan lokasi sekolah rakyat ( Kini: Sekolah Dasar Negeri 3 Lhoksukon ) pada tahun 1972. Pada tahun tersebut mulai lah dibangun masjid Baiturrahim oleh sekelompok warga yaitu Abu H.Ibrahim Bin H.Ya’qub, H.Teuku Abdul Latief, Abu H.Sulaiman (Abu Dayah ) selaku panitia dan Bupati Aceh Utara pada masa itu H.Usman Aziz dan Masyarakat Sekitarnya. Proses pembangunan Masjid Baiturrahim Lhoksukon bersumber dari swadaya masyarakat dan para dermawan serta para pedagang disekitar kota Lhoksukon, yang mana masjid Lhoksukon rampung diselesaikan pada tahun 1984 Masehi / 1389 Hijriyah.
  • 1972 — Peletakan Batu Pertama
    Masjid Baiturrahim Lhoksukon  dibangun dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Aceh Utara H. Usman Aziz dan disaksikan oleh Ulama Kharismatik Lhoksukon yaitu Abu H.Sulaiman (Abu Dayah) beserta panitia lainnya dengan 4 (empat) pondasi dasar utama yang menopang bangunan Masjid Baiturrahim Lhoksukon dengan luas bangunan masjid ± 5.450 meter persegi dan luas area masjid ± 8.900 meter persegi . Bentuk dan struktur bangunan masjid Lhoksukon memiliki Kubah Tunggal yang terbuat dari potongan kayu. Setelah selesai proses pembangunan masjid Baiturrahim  Lhoksukon yang rampung pada tahun 1984 hingga bisa difungsikan sebagai rumah ibadah berjalan dengan lancar.
  • 2004 — Perubahan Bangunan Masjid
    Masjid Baiturrahim Lhoksukon terjadi peombakan renovasi total pada tahun 2004 yang secara bersamaan pasca pindahnya Ibukota Aceh Utara dari kota Lhokseumawe ke Kota Lhoksukon, yang di kelola oleh pemerintah Kabupaten Aceh Utara yaitu dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Utara Yaitu Ir.H.Tarmizi A.Karim,M.Sc, yang direnovasi pada bulan Agustus Bertepan dengan bulan Suci Ramadhan, proses pembagunan nya di danai oleh APBD dan swadaya masyarakat. Pembangunan masjid yang memiliki struktur yang berbeda dengan bangunan awal, bentuk bangunan yang dirancang oleh  Arsitektur yang di adopsi dari daerah timur tengah yang terdapat 6 tiang pondasi dasar untuk menopang kubah induk yang dikelilingi oleh 4 buah kubah kecil dan disertai oleh 4 buah menara mini yang  mengelilingi kubah induk. Dan memiliki Gerbang utama dengan rancangan yang sesuai dengan bentuk Masjid itu sendiri, dan status Masjid pun berubah, dari nama Masjid Baiturrahim Lhoksukon menjadi Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Aceh Utara. Dalam hal pemberian nama masjid tersebut disesuaikan dengan geografis daerah yang menjadi Ibukota Kabupaten.
  • 2013 — Sarana dan Prasarana Masjid
    Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon memiliki tempat tempat yang dijadikan sebagai kegiatan Agama dan sosial dalam cakupan beribadah memiliki ruang Kesekretariatan Masjid dan Tempat pendidikan dan sarana lainnya.

Keunggulan Masjid Kami

Masjid menghadirkan pelayanan ibadah yang tertib, tepat waktu, dan berkualitas, sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel

Seluruh kegiatan dan keuangan masjid dikelola dengan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab, sehingga menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi jamaah.

Pusat Pembinaan Umat yang Berkelanjutan

Menjadi tempat pembinaan aqidah, ibadah, dan akhlak melalui program kajian rutin, pendidikan Islam, dan kegiatan sosial yang berdampak nyata.

Lingkungan Masjid yang Bersih, Nyaman, dan Ramah Keluarga

Masjid selalu menjaga kebersihan, kerapian, serta kenyamanan lingkungan, sehingga cocok untuk semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia.

Berorientasi pada Kemandirian Program dan Pemberdayaan Umat

Melalui program keumatan yang inovatif, masjid mendorong kemandirian ekonomi jamaah dan membangun ekosistem pemberdayaan yang terus berkembang.